Nama : FIQRAN S. LAMANI
NIM :
PO. 717134071012030
M.K :
PARASITOLOGI
Plasmodium
malariae
Plasmodium malariae
merupakan penyebab dari Malaria quartana dimana biasanya pada hari keempat
pasien akan merasakan demam. Jenis malaria ini memiliki sekitar 7% kemungkinan
kasus yang terjadi pada manusia.Adapun gambar Plasmodium malariae dapat dilihat
pada lampiran Gambar B.4. Berikut bentuk – bentuk Plasmodium malariae dan
ciri-cirinya.
Bentuk stadium
Plasmodium pada sediaan darah tebal
a. Tropozoit muda :
1. Cincin lebih tebal dengan inti yang kasar dan sedikit sitoplasma yang
biasanya tertutup tanpa vakuola, 2. Pigmen berbentuk lebih awal, 3. Praktis
tingkat yang lebih tua selalu ada bersama cincin ini.
b. Tropozoit sedang
berkembang : 1. Kecil, kompak, biasanya bulat, pigmen menjadi padat gelap
dengan butir – butir agak kasar, sehingga kelihatan terbenam dalam pigmen, 2.
Fase tropozoit ini langsung lama, jadi tingkat ini adalah yang paling lazim dan
paling sering dijumpai.
c. Tropozoit dewasa
: 1. Kompak, warna lebih tua dan ukuran lebih besar dari tingkat sebelumnya. 2.
Pigmen yang kasar, coklat tua dan berlimpah, sering menutupi inti, 3. Sukar
membedakannya dengan gametosit P. falciparum yang membulat atau dengan
gametosit P. malariae.
d. Skizon muda :1.
Sangat mirip P. vivax kecuali parasitnya yang lebih kecil, 2. Sering sangat
kompak sehingga sulit mengenal susunan dalam dari parasit, 3. Biasanya
bersama-sama dengan parasit tingkat lainnya, 4. Sukar dibedakan dengan skizon
muda P.vivax.
e. Skizon tua : 1.
Stadium yang kadang menjadi dalam sediaan darah tebal, 2. Dapat dijumpai dalam
jumlah yang banyak dan biasanya bersama tropozoit atau skizon muda atau
kedua-duanya.
f. Gametosit muda :
1. Pigmen padat dan gelap, lebih sering mengumpul kadang – kadang memancar, 2.
Sama dengan P. vivax kecuali tidak begitu sering dijumpai, 3. Menyerupai
tropozoit yang sehingga sulit untuk dibedakan.
g. Gametosit tua :
1. Biasanya jumlah sedikit dan agak kecil dari P. vivax, 2. Pigmen lebih kasar
dan lebih gelap dan dapat menyerupai gametosit P. falciparum yang membulat.
Bentuk stadium
Plasmodium malariae dalam sediaan darah tipis
a. Tropozoit awal :
1. Ukuran 1/3 dari eritrosit, 2. Berbentuk cincin padat, 3. Kromatin sering
ditemukan suatu massa dalam cincin, 4. Bentuk acole tidak ada.
b. Tropozoit sedang
berkembang : 1. Ukuran kecil, bentuk padat, 2. sering berbentuk barang, 3.
vacuole tidak dikenal, 4. kromatin titik atau benang, 5. Pigmen bentuk kasar,
berwarna coklat tua dan jumlahnya banyak, 6. Penyebaran gumpalan atau batang
yang tersebar.
c. Skizon immature
( muda ) : 1. Ukuran hampir mengisi, 2. Bentuk padat, 3. Kromatin sedikit
berupa massa ireguler, 4. Pigmen tersebar
d. Skizon matur (
tua ) : 1. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 2. Bentuk berpigmen, 3. Merozoit 6
– 12 dan rata – rata 8, 4. Ukuran besar, 5. Pigmen berkumpul ditengah
e. Mikrogametosit :
1. Waktu timbul 7 – 14 hari, 2. Ukuran dalam darah sedikit, 3. Ukuran lebih
kecil daripada eritrosit, 4. Bentuk bulat padat, 5. Sitoplasma biru pucat, 6.
Kromatin seperti P. Vivax
f. Makrogametosit :
1. Waktu timbul 7 – 14 hari, 2. Jumlah dalam darah sedikit, 3. Ukuran lebih
kecil daripada eritrosit, 4. Bentuk bulat padat, 5. Sitoplasma biru tua, 6.
Kromatin seperti P. vivax, 7. Pigmen seperti P. Vivax
Plasmodium malariae
Peringkat
|
Huraian
|
Trofozoit awal
|
- Bentuk cincin
- RBC tidak membesar
- Saiz 1/3 daripada RBC
- Kromatin seperti spesies lain
- Terdapat juga dalam bentuk ‘BIRD
EYE’
- Mungkin ada pigmen
|
Trofozoit matang
|
- RBC tidak membesar
- Saiz kecil
- Bentuk padat, berjalur
- Pigmen kasar, coklat tua, bertabur
dalam bentuk rod/gumpalan
- Kromatin : berbintik / berfibril
|
Skizon awal
|
- RBC tidak membesar
- Saiz : hampir memenuhi RBC
- Bentuk padat
- Pigmen bertaburan
- Kromatin: bentuk tak tetap
|
Skizon matang
|
- RBC tidak membesar
- Saiz hampir memenuhi RBC
- Bentuk bersegmen (daisy head)
- Merozoit (6-12) min 8
- Pigmen bertaburan di tengah-tengah
(warna coklat) / perang
|
Mikrogametosit
![]() |
- RBC tidak membesar
- Muncul 7-14 hari
- Saiz: lebih kecil dari RBC
- Bentuk bulat dan padat
- Sitoplasma: biru pucat
- Kromatin berfibril
- Pigmen bertaburan
|
Makrogametosit
|
- RBC tidak membesar
- Bentuk bulat dan padat
- Saiz lebih kecil dari RBC
- Sitoplasma:biru tua
- Kromatin padat (periferi)
- Pigmen kecil
|
Siklus hidup
Di dalam tubuh
manusia dan nyamuk Anopheles berlangsung daur hidup plasmodium.
Manusia merupakan hospes perantara tempat berlangsungnya daur hidup seksual,
sedangkan di dalam tubuh nyamuk berlangsung hidup seksual. Berikut adalah
macam-macam tahap aseksual :
1. Tahap
skizogon preeritrositik ialah lamanya tahap ini susah ditentukan dan
berlangsung di dalam se-sel hati.
2. Tahap
skizogoni eksoeritrositik merupakan sumber pembentukan stadium aseksual parasit
yang menjadi penyebab terjadinya kekambuhan pada malaria dan berlangsung di
dalam se-sel hati.
3. Tahap
skizogoni eritrositik ialah tahap ini berlangsung setiap 72 jam dan berlangsung
di dalam sel-sel eritrosit.
4. Tahap
gametogoni, setelah terbentuk pada tahap skizogoni eritrositik, kemudian
berkembang pada tahap gametogoni dan berlangsung di dalam se-sel eritrosit.
Daur pra-eritrosit
pertama kali ditemukan pada simpanse. Inokulasi sporozoit plasmodium malariae
karena tusukan nyamuk Anopheles dan membuktikan stadium
pra-eritrositplasmodium malariae.
Siklus hidup dari
penyakit malaria ini adalah sebagai berikut : nyamuk anopheles betina yang
mengandung bibit penyakit, menyerang manusia yang sehat, segera sporozoit
memasuki sel-sel parenkim limpa, bentuk seperti amoeba yang disebut dengan
trophozoit memasuki sel-sel darah dan mengadakan pembelahan. Tiap trophozoit
berubah menjadi schizon, kemudian mengadakan pembelahan dan berubah menjadi 6 –
36 anak yang disebut dengan merozoit. Pembelahan thropozoit menjadi merozoit
terjadi didalam eritrosit ( sel darah merah). Pada sel darah merah yang
mengandung merozoit pecah, sehingga merozoit menyebar dalam plasma darah
setelah lebih kurang 10 hari jumlah parasit menjadi cukup banyak. Pada saat
merozoit lepas dari sebuah sel eritrosit yang sudah pecah akan menyebabkan
demam pada penderita (hospes), hal ini dikarenakan tersebarnya toksin yang
disebarkan oleh plasmodium malariae.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar