Minggu, 09 Maret 2014

Plasmodium malariae


Nama             : FIQRAN S. LAMANI
NIM                 : PO. 717134071012030
M.K                 : PARASITOLOGI

Plasmodium malariae
Plasmodium malariae merupakan penyebab dari Malaria quartana dimana biasanya pada hari keempat pasien akan merasakan demam. Jenis malaria ini memiliki sekitar 7% kemungkinan kasus yang terjadi pada manusia.Adapun gambar Plasmodium malariae dapat dilihat pada lampiran Gambar B.4. Berikut bentuk – bentuk Plasmodium malariae dan ciri-cirinya.
Bentuk stadium Plasmodium pada sediaan darah tebal
a. Tropozoit muda : 1. Cincin lebih tebal dengan inti yang kasar dan sedikit sitoplasma yang biasanya tertutup tanpa vakuola, 2. Pigmen berbentuk lebih awal, 3. Praktis tingkat yang lebih tua selalu ada bersama cincin ini.
b. Tropozoit sedang berkembang : 1. Kecil, kompak, biasanya bulat, pigmen menjadi padat gelap dengan butir – butir agak kasar, sehingga kelihatan terbenam dalam pigmen, 2. Fase tropozoit ini langsung lama, jadi tingkat ini adalah yang paling lazim dan paling sering dijumpai.
c. Tropozoit dewasa : 1. Kompak, warna lebih tua dan ukuran lebih besar dari tingkat sebelumnya. 2. Pigmen yang kasar, coklat tua dan berlimpah, sering menutupi inti, 3. Sukar membedakannya dengan gametosit P. falciparum yang membulat atau dengan gametosit P. malariae.
d. Skizon muda :1. Sangat mirip P. vivax kecuali parasitnya yang lebih kecil, 2. Sering sangat kompak sehingga sulit mengenal susunan dalam dari parasit, 3. Biasanya bersama-sama dengan parasit tingkat lainnya, 4. Sukar dibedakan dengan skizon muda P.vivax.
e. Skizon tua : 1. Stadium yang kadang menjadi dalam sediaan darah tebal, 2. Dapat dijumpai dalam jumlah yang banyak dan biasanya bersama tropozoit atau skizon muda atau kedua-duanya.
f. Gametosit muda : 1. Pigmen padat dan gelap, lebih sering mengumpul kadang – kadang memancar, 2. Sama dengan P. vivax kecuali tidak begitu sering dijumpai, 3. Menyerupai tropozoit yang sehingga sulit untuk dibedakan.
g. Gametosit tua : 1. Biasanya jumlah sedikit dan agak kecil dari P. vivax, 2. Pigmen lebih kasar dan lebih gelap dan dapat menyerupai gametosit P. falciparum yang membulat.

Bentuk stadium Plasmodium malariae dalam sediaan darah tipis
a. Tropozoit awal : 1. Ukuran 1/3 dari eritrosit, 2. Berbentuk cincin padat, 3. Kromatin sering ditemukan suatu massa dalam cincin, 4. Bentuk acole tidak ada.
b. Tropozoit sedang berkembang : 1. Ukuran kecil, bentuk padat, 2. sering berbentuk barang, 3. vacuole tidak dikenal, 4. kromatin titik atau benang, 5. Pigmen bentuk kasar, berwarna coklat tua dan jumlahnya banyak, 6. Penyebaran gumpalan atau batang yang tersebar.
c. Skizon immature ( muda ) : 1. Ukuran hampir mengisi, 2. Bentuk padat, 3. Kromatin sedikit berupa massa ireguler, 4. Pigmen tersebar
d. Skizon matur ( tua ) : 1. Ukuran hampir mengisi eritrosit, 2. Bentuk berpigmen, 3. Merozoit 6 – 12 dan rata – rata 8, 4. Ukuran besar, 5. Pigmen berkumpul ditengah
e. Mikrogametosit : 1. Waktu timbul 7 – 14 hari, 2. Ukuran dalam darah sedikit, 3. Ukuran lebih kecil daripada eritrosit, 4. Bentuk bulat padat, 5. Sitoplasma biru pucat, 6. Kromatin seperti P. Vivax
f. Makrogametosit : 1. Waktu timbul 7 – 14 hari, 2. Jumlah dalam darah sedikit, 3. Ukuran lebih kecil daripada eritrosit, 4. Bentuk bulat padat, 5. Sitoplasma biru tua, 6. Kromatin seperti P. vivax, 7. Pigmen seperti P. Vivax

Plasmodium malariae
Peringkat
Huraian
Trofozoit awal
clip_image032
- Bentuk cincin
- RBC tidak membesar
- Saiz 1/3 daripada RBC
- Kromatin seperti spesies lain
- Terdapat juga dalam bentuk ‘BIRD EYE’
- Mungkin ada pigmen
Trofozoit matang
- RBC tidak membesar
- Saiz kecil
- Bentuk padat, berjalur
- Pigmen kasar, coklat tua, bertabur dalam bentuk rod/gumpalan
- Kromatin : berbintik / berfibril
Skizon awal
- RBC tidak membesar
- Saiz : hampir memenuhi RBC
- Bentuk padat
- Pigmen bertaburan
- Kromatin: bentuk tak tetap
Skizon matang
clip_image030
- RBC tidak membesar
- Saiz hampir memenuhi RBC
- Bentuk bersegmen (daisy head)
- Merozoit (6-12) min 8
- Pigmen bertaburan di tengah-tengah (warna coklat) / perang
Mikrogametosit
- RBC tidak membesar
- Muncul 7-14 hari
- Saiz: lebih kecil dari RBC
- Bentuk bulat dan padat
- Sitoplasma: biru pucat
- Kromatin berfibril
- Pigmen bertaburan

Makrogametosit
clip_image028
- RBC tidak membesar
- Bentuk bulat dan padat
- Saiz lebih kecil dari RBC
- Sitoplasma:biru tua
- Kromatin padat (periferi)
- Pigmen kecil




 























 Siklus hidup
Di dalam tubuh manusia dan nyamuk Anopheles berlangsung daur hidup plasmodium. Manusia merupakan hospes perantara tempat berlangsungnya daur hidup seksual, sedangkan di dalam tubuh nyamuk berlangsung hidup seksual. Berikut adalah macam-macam tahap aseksual :
1.      Tahap skizogon preeritrositik ialah lamanya tahap ini susah ditentukan dan berlangsung di dalam se-sel hati.
2.      Tahap skizogoni eksoeritrositik merupakan sumber pembentukan stadium aseksual parasit yang menjadi penyebab terjadinya kekambuhan pada malaria dan berlangsung di dalam se-sel hati.
3.      Tahap skizogoni eritrositik ialah tahap ini berlangsung setiap 72 jam dan berlangsung di dalam sel-sel eritrosit.
4.      Tahap gametogoni, setelah terbentuk pada tahap skizogoni eritrositik, kemudian berkembang pada tahap gametogoni dan berlangsung di dalam se-sel eritrosit.

Daur pra-eritrosit pertama kali ditemukan pada simpanse. Inokulasi sporozoit plasmodium malariae karena tusukan nyamuk Anopheles dan membuktikan stadium pra-eritrositplasmodium malariae.
Siklus hidup dari penyakit malaria ini adalah sebagai berikut : nyamuk anopheles betina yang mengandung bibit penyakit, menyerang manusia yang sehat, segera sporozoit memasuki sel-sel parenkim limpa, bentuk seperti amoeba yang disebut dengan trophozoit memasuki sel-sel darah dan mengadakan pembelahan. Tiap trophozoit berubah menjadi schizon, kemudian mengadakan pembelahan dan berubah menjadi 6 – 36 anak yang disebut dengan merozoit. Pembelahan thropozoit menjadi merozoit terjadi didalam eritrosit ( sel darah merah). Pada sel darah merah yang mengandung merozoit pecah, sehingga merozoit menyebar dalam plasma darah setelah lebih kurang 10 hari jumlah parasit menjadi cukup banyak. Pada saat merozoit lepas dari sebuah sel eritrosit yang sudah pecah akan menyebabkan demam pada penderita (hospes), hal ini dikarenakan tersebarnya toksin yang disebarkan oleh  plasmodium malariae.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar