MAKALAH
BAKTERIOLOGI
ISOLASI
& INOKULASI
BAKTERI

Oleh
:
Fiqran
S Lamani
Nim ; PO 717134071012030
Nim ; PO 717134071012030
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENKES MANADO
Kata
pengantar
Puji
syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya
saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. dimana makalah
ini merupakan salah satu dari tugas mata kuliah bakteriologi,yaitu tentang
Isolasi & Inokulasi bakteri.
Tidak
lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang
telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
masih banyak kekurangan, oleh sebab itu saya sangat mengharapkan kritik dan
saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca dan teman-teman. Amin...
Pengertian
Isolasi suatu mikrobia ialah memisahkan mikrobia tersebut
dari lingkungannya di alam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam medium
buatan. Isolasi harus diketahui cara-cara menanam dan menumbuhkan mikrobia pada
medium biakan serta syarat-syarat lain untuk pertumbuhannya (Jutono, 1980).
Memindahkan bakteri dari medium lama kedalam medium yang baru diperlukan
ketelitian dan pengsterilan alat-alat yang digunakan, supaya dapat dihindari
terjadinya kontaminasi. Pada pemindahan bakteri dicawan petri setelah agar
baru, maka cawan petri tersebut harus dibalik, hal ini berfungsi untuk
menghindari adanya tetesan air yang mungkin melekat pada dinding tutup cawan
petri (Dwijoseputro, 1987).
Mikrobia
yang hidup di alam terdapat sebagai populasi campuran dari bebagai jenis
mikrobia yang berbeda prinsip dari isolasi mikrobia dalam memisahkan satu jenis
mikroba dengan mikroba lainnya dari lingkungannya dialam dan ditumbuhkan dalam
medium buatan. Pertumbuhan mikroba dapat dilakukan dalam medium padat, karena
dalam medium padat sel-sel mikroba akan terbentuk suatu koloni sel yang tetap
pada tempatnya (Sutejo dkk, 1991).
Menurut
Pradhika (2008), ada beberapa teknik isolasi mikrobia, yaitu :
- Teknik penanaman dari suspensi
Teknik
penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat. Pengambilan
suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan
isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran
terakhir.
2. Spread plate (agar tabur ulas)
Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi
bakteri di permukaan agar, agar diperoleh kultur murni. Prosedur kerjanya
adalah suspensi cairan diambil sebanyak 0,1 ml dengan mikropipet kemudian
teteskan diatas permukaan agar yang telah memadat. Trigalski kemudian dibakar
diatas bunsen dan didinginkan beberapa detik. Kemudian suspensi diratakan
dengan menggosokannya pada permukaan agar , penyebaran akan lebih efektif bila
cawan ikut diputar.
3. Pour plate (agar tuang)
Teknik
ini memerlukan agar yang belum padat dan dituang bersama suspensi bakteri ke
dalam cawan petri dan dihomogenkan lalu dibiarkan memadat. Hal ini akan
menyebabkan sel-sel bakteri tidak hanya terdapat pada permukaan agar saja tapi
juga di dalam atau dasar agar sehingga bisa diketahui sel yang dapat tumbuh
dipermukaan agar yang kaya O2 dan di dalam agar yang tidak
banyak begitu banyak mengandung O2. Prosedur kerjanya adalah
petridish, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair
disiapkan. Kemudian 1 ml suspensi bakteri diteteskan secara aseptis ke dalam
cawan kosong· Lalu medium yang masih cair dituang ke dalam
petridish lalu petridish di putar membentuk angka 8 agar suspensi bakteri dan
media homogen, kemudian diinkubasi.
Pada
spread plate diteteskannya bakteri sebanyak 0,1 ml dan pada pour
plate diteteskan sebanyak 1 ml karena spread plate bertujuan untuk
menumbuhkan dipermukaanya saja, sedangkan pour plate membutuhkan
ruang yang lebih luas untuk penyebarannya sehingga diberikan lebih banyak dari
pada spread plate.
4. Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak)
Bertujuan
untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke
dalam medium baru.
5. Goresan Sinambung
Prosedur
kerjanya adalah inokulum loop (ose) disentuhkan pada koloni bakteri dan gores
secara kontinyu sampai setengah permukaan agar. Lalu petridish diputar 180o
dan dilanjutkan goresan sampai habis. Goresan sinambung umumnya digunakan bukan
untuk mendapatkan koloni tunggal, melainkan untuk peremajaan ke cawan atau
medium baru.
6. Goresan T
Prosedur
kerjanya adalah petridish dibagi menjadi 3 bagian menggunakan spidol dan daerah
tersebut diinokulasi dengan streak zig-zag. Ose dipanaskan dan didinginkan,
lalu distreak zig-zag pada daerah berikutnya.
7. Goresan Kuadran (Streak quadrant)
Hampir
sama dengan goresan T, namun berpola goresan yang berbeda yaitu dibagi empat.
Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel
mikroorganisma. Goresan selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan
pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi
koloni tunggal
Inokulasi bakteri dimaksudkan untuk
menumbuhkan, meremajakan mikroba dan mendapatkan populasi mikroba yang murni. Inokulasi
adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru
dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Media untuk membiakkan bakteri
haruslah steril sebelum digunakan. Pencemaran terutama berasal dari udara yang
mengandung banyak mikroorganisme. Pemindahan biakan mikroba yang dibiakkan
harus sangat hati-hati dan mematuhi prosedur laboratorium agar tidak terjadi
kontaminasi. Oleh karena itu, diperlukan teknik-teknik dalam pembiakan
mikroorganisme yang disebut dengan teknik inokulasi biakan.
Teknik inokulasi merupakan suatu
pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan
tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Dengan demikian akan diperoleh biakan
mikroorganisme yang dapat digunakan untuk pembelajaran mikrobiologi. Pada
praktikum ini akan dilakukan teknik inokulasi biakan mikroorganisme pada medium
steril untuk mempelajari mikrobiologi dengan satu kultur murni saja.
Teknik Inokulasi
Ada
beberapa metode yang digunakan untuk mengisolasi biakan murni
mikroorganisme
yaitu :
1. Metode gores
Teknik
ini lebih menguntungkan jika ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu, tetapi
memerlukan ketrampilan-ketrampilan yang diperoleh dengan latihan. Penggoresan
yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah. Inokulum digoreskan di
permukaan media agar nutrien dalam cawaan petri dengan jarum pindah (lup
inokulasi). Di antara garis-garis goresan akan terdapat sel-sel yang cukup
terpisah sehingga dapat tumbuh menjadi koloni.
Cara
penggarisan dilakukan pada medium pembiakan padat bentuk lempeng. Bila
dilakukan dengan baik teknik inilah yang paling praktis. Dalam pengerjaannya
terkadang berbeda pada masing-masing laboratorium tapi tujuannya sama yaiitu
untuk membuat goresan sebanyak mungkin pada lempeng medium pembiakan.
Ada
beberapa teknik menggores yang biasa digunakan :
2. Metode tebar
Setetes
inokolum diletakan dalam sebuah medium agar nutrien dalam cawan petridish dan
dengan menggunakan batang kaca yang bengkok dan steril. Inokulasi itu
disebarkan dalam medium batang yang sama dapat digunakan dapat menginokulasikan
pinggan kedua untuk dapat menjamin penyebaran bakteri yang merata dengan baik.
Pada beberapa pinggan akan muncul koloni koloni yang terpisah-pisah.
3. Metode tuang
Isolasi
menggunakan media cair dengan cara pengenceran. Dasar melakukan pengenceran
adalah penurunan jumlah mikroorganisme sehingga pada suatu saat hanya ditemukan
satu sel di dalam tabung (Winarni, 1997).
4. Metode tusuk
Metode
tusuk yaitu dengan dengan cara meneteskan atau menusukan ujung jarum ose yang
didalamnya terdapat inokolum, kemudian dimasukkan ke dalam media (Winarni,
1997).
Macam-Macam Media
Ada
beberapa macam media yang digunakan untuk inokulasi yaitu :
- Mixed culture : berisi dua atau lebih spesies mikroorganisme.
- Plate culture: media padat dalam petridish.
- Slant culture : media padat dalam tabung reaksi.
- Stap culture : media padat dalam tabung reaksi, tetapi penanamannya dengan cara penusukan.
- Liquid culture : media cair dalam tabung reaksi.
- Shake culture: media cair dalam tabung reaksi yang penanamannya dikocok.
Daftar pustaka
http://monruw.wordpress.com/2011/06/18/isolasi-bakteri/
http://marinemicrobiologyfpikunpad.files.wordpress.com/2012/04/3_mikrolaut_modul_3_ta2012.pdf
https://docs.google.com/document/d/1w9d22PNPNyy2DXr7098VMCU04M_WI8jPCy_h99IFiTk/edit?pli=1
http://www.achmadghoni.com/2012/05/isolasi-dan-inokulasi-bakteri.html
http://triandasurbakti.wordpress.com/2011/01/05/inokulasi-mikroba-mikrobiologi/ http://rizqanjb.blogspot.com/2012/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://marinemicrobiologyfpikunpad.files.wordpress.com/2012/04/3_mikrolaut_modul_3_ta2012.pdf
https://docs.google.com/document/d/1w9d22PNPNyy2DXr7098VMCU04M_WI8jPCy_h99IFiTk/edit?pli=1
http://www.achmadghoni.com/2012/05/isolasi-dan-inokulasi-bakteri.html
http://triandasurbakti.wordpress.com/2011/01/05/inokulasi-mikroba-mikrobiologi/ http://rizqanjb.blogspot.com/2012/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar